Selasa, 28 Desember 2010

Desember

Rasanya baru kemarin saya berada di tanggal pertama bulan Januari tahun 2010. Saya merasa meninggalkan terlalu banyak memori di tahun ini. Banyak juga dari memori yang saya tinggalkan itu nyatanya belum terselesaikan. Saya duduk, menulis blog ini, tapi percaya atau tidak, saya belum memikirkan resolusi saya tahun depan.
Dari tahun ke tahun, saya memang tidak pernah menganggap resolusi itu sebuah hal yang mutlak hukumnya saya kerjakan tiap tahun. Tapi yang saya lakukan hanyalah berfikir dan berusaha sebisa mungkin untuk menjadi orang yang lebih baik setiap harinya.
Sekarang bulan Desember, dalam minggu ini, tahun aku berubah menjadi 2011. Kalender yang saya gantung mungkin akan lenyap dan digantikan oleh kalender tahun baru.
Ini perasaan saja, atau memang waktu berjalan semakin cepat? Saya memang senang suasana tahun baru. Selalu banyak keceriaan dari orang-orang, kembang api kerlap kerlip menghiasi malam tahun baru. Saya juga akan bertemu dengan teman-teman saya yang sudah punya resolusinya sendiri-sendiri. Tapi saya belum siap berteman dengan waktu yang berjalan begitu cepat.
Well then, Happy New Year everybody! Have a great great great holiday!!

Love,
Asti C :)

Senin, 27 Desember 2010

Believe it....... or not?

Tadi gue ditelefon sama satu majalah. Dia nanya komentar gue ttg "kepercayaan". Gue langsung mantep bgt menjawab "Aku bukan orang yang mudah percaya sama orang. Dan aku orgnya tertutup sama orang-orang. Yang baru terutama."
Lalu orang itu bertanya lagi sama gue, "Apa kamu punya pengalaman beneran nih karena terlalu percaya sama orang?" DANGG!! Kalo gue jawab iya, gue merasa gak pernah dikhianati dalam intensitas yang parah tuh. Tapi bukan berarti gak pernah kan?
Gue jawab, "Aku gak pernah sih, tapi itu pernah terjadi sama temen-temen aku. Sering malah. Jadi aku merasa was-was sendiri untuk mudah percaya sama orang."
errrgh! Kenapa mesti ada kata 'kepercayaan'??! Karena dibalik kepercayaan itu pasti adaaa aja satu atau lebih hal yang 'out of the box' dari kata-kata kepercayaan? Entah itu dikhianatin di akhirnya, atau apalah yang sejenisnya.
Say i'm lame, tapi jangan harap gue akan bercerita sesuatu (hal kecil sekalipun) sama orang yang baru dikenal. Sumpah! Dikhianatin sama orang tuh rasanya gak enak, apalagi sama orang yang udah dikenal lama. It's even worse!
Telefon tadi membuat gue terfikir lagi dengan apa yang banyak terjadi sama lingkar hidup gue belakangan. Bukan gue loh yang dikhianatin, tapi orang lain. Gue emang gak terlalu deket sama orang ini, tapi i know how it feels saat lo tau orang yang lo percaya ternyata udah ngelakuin kayak gitu. HAAH!!
Dunia ini aneh! Super aneh!!

The Beautiful Dewata Island




what beauty stays beauty

Rabu, 15 Desember 2010

Selami Perbedaan, Temukan Jawaban

Gue banyak menemukan orang-orang yang gak ngerti, gak tahu, atau gak mau tahu tentang perbedaan.
Gue beda, mereka beda, kita semua beda. Apa perbedaan juga yang membuat terbentuknya dinding pembatas diantara kita sebagai manusia?
Kalau iya, berarti pikiran kita belum luas. Belum sadar kalau diatas langit ada langit lagi.
Belum sadar juga ada ribuan laut diluar sana yang dalamnya bisa mencapai ribuan meter.
Belum sadar juga kalau kita hidup gak sendiri.
Perbedaan itu gak untuk dicari.
Kebanyakan dari mereka malah mencari perbedaan dan yang malah mereka akan temukan adalah sebuah kesalahan.
Gue takut menunggu mereka menemukan perbedaan gue, karena mereka gak akan pernah ngerti, kita dilahirkan berbeda. Gue orangnya A, dia orangnya B, dan dia orangnya C. Apakah gue harus mengikuti elo yang sifatnya D?
Gue gak sempurna, baikpun belum tentu di mata orang-orang, tapi gue terus belajar memahami orang lain. Sedang belajar lebih tepatnya. Karena paling enggak, gue akan lebih dihormati kalau gue juga menghormati mereka.
Kadang yang gue temukan adalah orang yang mengharapkan rasa hormat dari orang lain, gue menemukan orang yang ngemis untuk sebuah hormat. Buat apa?
Cerminkan dulu diri kita, temukan refleksinya, apa kita merasa lebih terhormat dari mereka?
My point is, untuk yang baca ini, please. Semua di dunia gak ada yang sempurna. Kalau kita nggak suka dengan dia karena satu sifat yang menyebalkan atau yang lainnya, itulah hidup. Itulah yang gue sebut perbedaan. Kita dilahirkan beda, untuk saling memahami. Bukan untuk saling menertawai.

Minggu, 12 Desember 2010

Don't ever run to it fastly

Mereka terus berjalan. Meninggalkan ia yang ada di belakang.
Entah apa yang mereka kejar, tapi mereka enggan menengok ke belakang.
Apa yang mereka cari? Apa yang mereka buru? Apa yang mereka kejar?
Hahh, baiklah. Ia hanya bertanya dalam hati, tidak berani mengucap.
Kadang ia melihat ke belakang, memastikan bahwa masih ada kehidupan disana.
Lama-lama ia berfikir, apa mereka mengejar sesuatu yang tak pasti?
Apa mereka kejar ini hanya kesenangan semata, tak di hati, tak untuk selamanya?
Apa mereka tidak bisa lihat, di belakang mereka masih ada orang, dan di belakang orang itu masih ada orang lagi.
Mereka terlalu cepat berburu, mereka terlalu cepat mengejar.
Mereka bahkan tidak tahu apa artinya suatu pencapaian.
Ia letih meneriakkinya dari belakang. Biarlah ia jalan perlahan, tapi pasti.
Lama-lama mereka bingung, mereka hilang arah.
Sedang ia, sudah yakin akan destinasinya.
Mereka binasa dalam mimpinya sendiri. Mereka tidak pernah melihat ke belakang.
Ke tempat dimana ia berasal.
Entah mereka akan balik lagi untuk berterima kasih, atau mereka terhenti di pertigaan tanpa arah.

Senin, 06 Desember 2010

Life is even harder than I thought

Hm, baiklah. Harus bagaimana dan darimana gue bercerita malam ini?
Gue mau bercerita sedikit tentang lingkungan gue yang nggak menentu.
Well, bukan cuman cuaca aja yang nggak bisa terprediksi, manusia kayak kita jg sulit sekali diprediksi. Gue nggak bisa liat kalo di belakang wajah seseorang mungkin ada wajah lagi. 
Gue banyak mendengar cerita dari teman-teman atau orang-orang yang statusnya gue baca entah itu di facebook maupun twitter. Mereka banyak bicara tentang "kepalsuan, kejahatan, kemunafikan, dll" yang nggak perlu gue jelasin mungkin lo udah ngerti.
Gue sendiri nggak bisa dan nggak mau ngerti apa arti dari kata-kata di dalam tanda kutib diatas. Saat gue menemukan kejadian seperti ini, gue anggap dia kayak daun jatuh terus entar kebawa angin sendiri sampai gue nggak bisa liat itu daun ada dimana sekarang. 

Aneh.
Ada apa dengan orang-orang belakangan?
Apa mereka kehilangan kosakata 'etika' dalam dirinya?
Apa mereka merasa dirinya sempurna?
Atau saya saja yang merasa terganggu dengan sesuatu yang berbanding terbalik dengan masa kecil saya?
Saya ingin kembali ke masa kecil, ke masa dimana saya belum tau apa-apa.
Dimana saya baca saja belum bisa, apalagi disuruh menafsirkan sifat manusia.
Saya letih berekspektasi, saya letih untuk selalu memprediksi.
Tebakan saya selalu salah.
Banyak kejadian dimana saya nggak nyangka kalau ternyata itu benar adanya.
Baiklah, biarkan saja daun itu tetap terhempas angin.

I'm trying to get real, fellas!

Belakangan, gue menemukan banyak kejanggalan dalam hari-hari yang gue lalui. Apa gue baru bertransformasi jadi manusia sungguhan jadi baru ngerasain kalo hidup 'keras' banget? (Oh ya, gue bilang, bukan Jakarta yang keras, tapi hidup lebih keras!)

Jumat, 03 Desember 2010

I'm in love with cycle 14

i've watched for some episodes of ANTM and i just, you know, just 'click' on cycle 14 cause there's Raina Hein as one of its finalist. I give you some of Raina's picts that are my favorite!



don't you feel that she probably looks like Megan Fox?
And anyway, who's your favorite on ANTM?

Love,
Asti C