Tadi gue ditelefon sama satu majalah. Dia nanya komentar gue ttg "kepercayaan". Gue langsung mantep bgt menjawab "Aku bukan orang yang mudah percaya sama orang. Dan aku orgnya tertutup sama orang-orang. Yang baru terutama."
Lalu orang itu bertanya lagi sama gue, "Apa kamu punya pengalaman beneran nih karena terlalu percaya sama orang?" DANGG!! Kalo gue jawab iya, gue merasa gak pernah dikhianati dalam intensitas yang parah tuh. Tapi bukan berarti gak pernah kan?
Gue jawab, "Aku gak pernah sih, tapi itu pernah terjadi sama temen-temen aku. Sering malah. Jadi aku merasa was-was sendiri untuk mudah percaya sama orang."
errrgh! Kenapa mesti ada kata 'kepercayaan'??! Karena dibalik kepercayaan itu pasti adaaa aja satu atau lebih hal yang 'out of the box' dari kata-kata kepercayaan? Entah itu dikhianatin di akhirnya, atau apalah yang sejenisnya.
Say i'm lame, tapi jangan harap gue akan bercerita sesuatu (hal kecil sekalipun) sama orang yang baru dikenal. Sumpah! Dikhianatin sama orang tuh rasanya gak enak, apalagi sama orang yang udah dikenal lama. It's even worse!
Telefon tadi membuat gue terfikir lagi dengan apa yang banyak terjadi sama lingkar hidup gue belakangan. Bukan gue loh yang dikhianatin, tapi orang lain. Gue emang gak terlalu deket sama orang ini, tapi i know how it feels saat lo tau orang yang lo percaya ternyata udah ngelakuin kayak gitu. HAAH!!
Dunia ini aneh! Super aneh!!
sebenernya dikhianatin itu pilihan,kalau kita memilih buat percaya sama orang yang tepat atau mungkin memilih orang yg kita percaya dengan melihat fakta seperti apa orang itu,kita gak akan kecewa karena menemukan sebuah kata yang namanya pengkhianatan. ya gak sih ? atau mungkin enggak ?
BalasHapus