Mereka terus berjalan. Meninggalkan ia yang ada di belakang.
Entah apa yang mereka kejar, tapi mereka enggan menengok ke belakang.
Apa yang mereka cari? Apa yang mereka buru? Apa yang mereka kejar?
Hahh, baiklah. Ia hanya bertanya dalam hati, tidak berani mengucap.
Kadang ia melihat ke belakang, memastikan bahwa masih ada kehidupan disana.
Lama-lama ia berfikir, apa mereka mengejar sesuatu yang tak pasti?
Apa mereka kejar ini hanya kesenangan semata, tak di hati, tak untuk selamanya?
Apa mereka tidak bisa lihat, di belakang mereka masih ada orang, dan di belakang orang itu masih ada orang lagi.
Mereka terlalu cepat berburu, mereka terlalu cepat mengejar.
Mereka bahkan tidak tahu apa artinya suatu pencapaian.
Ia letih meneriakkinya dari belakang. Biarlah ia jalan perlahan, tapi pasti.
Lama-lama mereka bingung, mereka hilang arah.
Sedang ia, sudah yakin akan destinasinya.
Mereka binasa dalam mimpinya sendiri. Mereka tidak pernah melihat ke belakang.
Ke tempat dimana ia berasal.
Entah mereka akan balik lagi untuk berterima kasih, atau mereka terhenti di pertigaan tanpa arah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar