Hm, baiklah. Harus bagaimana dan darimana gue bercerita malam ini?
Gue mau bercerita sedikit tentang lingkungan gue yang nggak menentu.
Well, bukan cuman cuaca aja yang nggak bisa terprediksi, manusia kayak kita jg sulit sekali diprediksi. Gue nggak bisa liat kalo di belakang wajah seseorang mungkin ada wajah lagi.
Gue banyak mendengar cerita dari teman-teman atau orang-orang yang statusnya gue baca entah itu di facebook maupun twitter. Mereka banyak bicara tentang "kepalsuan, kejahatan, kemunafikan, dll" yang nggak perlu gue jelasin mungkin lo udah ngerti.
Gue sendiri nggak bisa dan nggak mau ngerti apa arti dari kata-kata di dalam tanda kutib diatas. Saat gue menemukan kejadian seperti ini, gue anggap dia kayak daun jatuh terus entar kebawa angin sendiri sampai gue nggak bisa liat itu daun ada dimana sekarang.
Aneh.
Ada apa dengan orang-orang belakangan?
Apa mereka kehilangan kosakata 'etika' dalam dirinya?
Apa mereka merasa dirinya sempurna?
Atau saya saja yang merasa terganggu dengan sesuatu yang berbanding terbalik dengan masa kecil saya?
Saya ingin kembali ke masa kecil, ke masa dimana saya belum tau apa-apa.
Dimana saya baca saja belum bisa, apalagi disuruh menafsirkan sifat manusia.
Saya letih berekspektasi, saya letih untuk selalu memprediksi.
Tebakan saya selalu salah.
Banyak kejadian dimana saya nggak nyangka kalau ternyata itu benar adanya.
Baiklah, biarkan saja daun itu tetap terhempas angin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar