Rabu, 15 Desember 2010

Selami Perbedaan, Temukan Jawaban

Gue banyak menemukan orang-orang yang gak ngerti, gak tahu, atau gak mau tahu tentang perbedaan.
Gue beda, mereka beda, kita semua beda. Apa perbedaan juga yang membuat terbentuknya dinding pembatas diantara kita sebagai manusia?
Kalau iya, berarti pikiran kita belum luas. Belum sadar kalau diatas langit ada langit lagi.
Belum sadar juga ada ribuan laut diluar sana yang dalamnya bisa mencapai ribuan meter.
Belum sadar juga kalau kita hidup gak sendiri.
Perbedaan itu gak untuk dicari.
Kebanyakan dari mereka malah mencari perbedaan dan yang malah mereka akan temukan adalah sebuah kesalahan.
Gue takut menunggu mereka menemukan perbedaan gue, karena mereka gak akan pernah ngerti, kita dilahirkan berbeda. Gue orangnya A, dia orangnya B, dan dia orangnya C. Apakah gue harus mengikuti elo yang sifatnya D?
Gue gak sempurna, baikpun belum tentu di mata orang-orang, tapi gue terus belajar memahami orang lain. Sedang belajar lebih tepatnya. Karena paling enggak, gue akan lebih dihormati kalau gue juga menghormati mereka.
Kadang yang gue temukan adalah orang yang mengharapkan rasa hormat dari orang lain, gue menemukan orang yang ngemis untuk sebuah hormat. Buat apa?
Cerminkan dulu diri kita, temukan refleksinya, apa kita merasa lebih terhormat dari mereka?
My point is, untuk yang baca ini, please. Semua di dunia gak ada yang sempurna. Kalau kita nggak suka dengan dia karena satu sifat yang menyebalkan atau yang lainnya, itulah hidup. Itulah yang gue sebut perbedaan. Kita dilahirkan beda, untuk saling memahami. Bukan untuk saling menertawai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar